Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Gedangsari

Gedangsari (24/07) Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Gedangsari dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan Tokoh Wanita. Ucapan selamat datang kepada para peserta penyuluhan disampaikan oleh Camat Gedangsari, Martono Imam Santoso, S.IP. Beliau menyampaikan bahwa konflik adalah hal yang sangat dekat dengan kita. Mungkin saja terjadi di lingkungan kita atau bahkan di dalam keluarga kita. Perbedaan pendapat saja bisa menjadi sebuah konflik. Oleh sebab itu, mari kita simak dengan seksama narasumber yang telah hadir, agar kita dapat mengelola konflik tersebut sehingga tidak berkepanjangan. Setelah penyuluhan ini, warga dapat mendapatkan kiat-kiat untuk meredam potensi konflik sosial di masyarakat.

Narasumber pertama adalah dari KODIM 0730 Gunungkidul, Kapten Wahyudi yang menyampaikan tentang kondisi terkini di dunia yang begitu banyak Negara hancur akibat konflik. Pemicu dari konflik ini adalah perebutan sumber energi yang ada di suatu Negara. Deteksi dini adanya konflik sosial di suatu wilayah perlu dilakukan agar masyarakat terhindar dari konflik sosial.

Narasumber selanjutnya adalah dari Polsek Gedangsari, Iptu Sumardi, S.PdI yang menyampaikan potensi serta titik-titik kerawanan yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Konflik Sosial yang sering terjadi di wilayah Gunungkidul biasanya dilatarbelakangi oleh keadaaan sosial ekonomi masyarakat yang belum tercukupi. Kecemburuan masyarakat terkait penerimaan bantuan PKH yang dipandang tidak merata dan tidak sesuai sasaran. Hal ini hampir terjadi di seluruh Kabupaten Gunungkidul.

Hadir dalam acara tersebut, sekaligus narasumber terakhir adalah Kabid Bina Ideologi dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Drs. Mulat Martono, M.Si. Beliau mengajak masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. “Biasakan untuk bermusyawarah agar meminimalkan konflik”.

Acara ini mendapatkan respon baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan serta masukan pada sesi tanya jawab. Salah satunya adalah dari Anisa warga Hargomulyo yang menanyakan bagaimana agar sebagai generasi muda kita bisa dengan bijak menggunakan media sosial. Apalagi saat ini banyak konten-konten yang bisa memicu konflik. Hal ini langsung ditanggapi oleh Narasumber, yaitu dengan tidak mudah terpancing untuk mengomentari hal-hal yang ada di media sosial.

Penyuluhan ini bertujuan untuk membuat masyarakat sadar akan pentingnya pencegahan konflik, mengenal tahapan-tahapan konflik, serta cara menangani konflik. Sehingga konflik tidak terjadi di masyarakat dan dapat ditekan seminimal mungkin.

Previous Pengelolaan Arsip Di Bakesbangpol Berjalan Dengan Segala Keterbatasan

Leave Your Comment